Republic of Chinta Lauwra
Fun, Imagination, Signs April 18th, 2008Meskipun kadang terdengar tidak jelas, saya suka mendengar (dan kini juga membaca) gaya Cinta Laura berbicara. Sebenarnya bukan dia saja yang mempunyai gaya seperti itu. Beberapa penyiar berita di Metro TV pun sering mengucapkan nama ibukota negara kita sebagai “jhakarta” dengan mulut yang dipaksa untuk tidak mangap pada akhir kata itu.
Sesekali coba dengarkan gaya Desi Anwar menyebut negara Cina. Ya, dia tidak menyebutnya sebagai C-i-n-a, melainkan “chaina”. Well, mungkin dia memang lulusan Amrik, tapi saya yakin Desi Anwar bisa mengatakan j-a-k-a-r-t-a dan c-i-n-a dengan fasih. Ini beda dengan Cinta yang konon sudah hidup lama di luwar negheri. Jadi, tenggorokan dan lidah sebagai komponen pembentuk mulut bagian dalam Cinta pasti beda dengan yang dimiliki Desi Anwar, khan?









April 18th, 2008 at 10:26 am
cincaw..
April 18th, 2008 at 10:59 am
Wakakk… asli luchu banget.. =)
April 18th, 2008 at 7:20 pm
hahaha dahsyat
May 7th, 2008 at 10:31 am
itu beneran opo ngapusi tho, kok koyo tenanan.
May 9th, 2008 at 8:27 pm
I hate her, but I love to talk about her!! (in the mean way)